SEJARAH DESA PULAU SUGARA
A R A F I K
KEPALA DESA PULAU SUGARA
Desa Pulau Sugara adalah salah satu desa dari tiga desa yang keberadaannya diatas Pulau yang dikelilingi oleh aliran Sungai Barito,adapun Desa yang menempati Pulau tersebut adalah Desa Pulau Sugara, Desa Pulau Sewangi, Desa Pulau Alalak.Semenjak zaman penjajahan Kolonial Belanda Pulau tersebut sudah ada penduduknya,tetapi pada masa itu jumlah penduduknya masih sedikit, dan Pulau tersebut dinamakan Pulau Alalak dan pada masa itu penduduk yang bermukim barada di ujung pulau yang berseberangan dengan kampung kuin Banjarmasin.
Seiring datangnya penduduk yang menempati Pulau tersebut, yang umumnya menempati tepian sungai maka dibentuklah pemerintahan Desa untuk mengatur keadaan mayarakat pada waktu itu,dan pada masa itu adalah masa penjajahan jepang . Adapun pimpinan yang yang tunjuk oleh masyarakat pada waktu itu adalah H.JABAR beberapa tahun sampai beliau meninggal dunia,kemudian digantikan oleh kemenakan beliau yaitu DARMANSYAH atau yang dikenal dengan sebutan pambakal IDAR.setelah beliau Meninggal digantikan oleh sepupu beliau H.JARNI.
Pada masa pimpinan Pambakal H.JARNI inilah Sekitar Pada Hari Jum’at Tanggal 22 Agustus Tahun 1975 Bertepatan Dengan Tahun Hijriah 14 Saban 1395 H Oleh Pemerintahan Kabupaten Barito Kuala diadakan Pemekaran Desa di Pulau Alalak,karena pada masa itu jumlah penduduk yang ada diPulau tersebut mulai padat oleh masyarakat pendatang yang bermukim di Pulau tersebut,yang umumnya berasal dari Banjarmsin.Sehingga Pada saat itu Pulau Alalak dibagi menjadi tiga Desa yaitu Pulau Alalak, Pulau Sewangi, Pulau sugara.
Adapun nama SUGARA diambil oleh masyarakat pada waktu itu setelah melalui musyawarah tokoh-tokoh masyarakat,diambil dari bahasa inggris SUGAR yang artinya mempunyai rasa MANIS dan diambil dari nama seorang Patih kerajaan Banjar yang bernama PATIH SUGARA yang gagah Perkasa, dengan harapan penduduk Pulau Sugara menjadi penduduk yang baik dan berakhlak mulia dengan jiwa kesatria dan gagah perkasa.